FAKTA BARU Wiranto Ditusuk: Suami Serang Duluan Pakai Senjata Naruto, Istri Serang Pakai Gunting |

FAKTA BARU Wiranto Ditusuk: Suami Serang Duluan Pakai Senjata Naruto, Istri Serang Pakai Gunting

Ada fakta baru yang diungkapkan polisi terkait penusukan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, saat melakukan kunjungan kerja di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Kapolda Banten, Irjen Tomsi Tohir, menerangkan kejadian penusukan ke arah Wiranto.

Menurut Kapolda Banten, pelaku penyerangan pertama adalah Syahril Amansyah alias Abu Rara (30).

Tomsi Tohir menyatakan Abu Rara awalnya menusukkan senjata naruto ke arah Wiranto, namun justru mengenai ajudan Komandan Korem 064/Maulana Yusuf (MY).

Setelah itu, Abu Rara disebut Tohir melukai pengurus Mathlaul Anwar, Fuad Syauqi.

Tak lama setelahnya, sang istri Fitri Andriana (30) juga ikut menerobos penjagaan.

Namun aksi Fitri berhasil dihentikan oleh Kapolsek Kasemen, AKP Cuaib.
“Yang laki-laki (menusuk menggunakan) belati (senjata Naruto), perempuan (menusuk menggunakan) gunting,” kata Tomsi.

Belum diketahui, siapa dari kedua penyerang yang merupakan suami istri yang berhasil menikam Wiranto.
Polisi telah mengamankan kedua pelaku.Diidentifikasi oleh kepolisian, kedua pelaku adalah Syahril Alamsyah alias Abu Rara dan Fitri Andriana binti Sunarto.

Mereka berdua ditangkap dan ditahan di Polda Banten.

Selain Wiranto, dilaporkan bahwa penyerang juga melukai Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto seorang ajudan Danrem dan pengurus Mathlaul Anwar, Fuad Syauqi.

“Dari hasil pemeriksaan sementara kita sudah bisa menganalisa (bahwa penyerang terpapar ISIS),” kata Dedi Prasetyo.

“Kami sedang mendalami tentang jejaring mereka, apakah termasuk dalam jaringan yang terstruktur atau hanya terpapar paham radikalisme saja,” ucap Dedi.

Setelah penyerangan terhadap Wiranto, kurang dari satu jam, pihak kepolisian menyatakan bahwa pelaku terpengaruh ideologi radikal ISIS.

Dasar argumen yang diambil kepolisian mengacu pada anggapan bahwa ciri serangan simpatisan ISIS sering menargetkan pejabat pemerintah.

“Mereka menganggap anggota Polri, pejabat publik, khususnya pejabat pemerintah itu sebagai thoghut atau musuh,” kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo kepada BBC Indonesia.

“Pejabat itu yang mengancam keberadaan mereka,” ujar Dedi.Kepala Badan Intelijen Negara, Budi Gunawan, menuding Abu Rara merupakan anggota kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Budi Gunawan yang berada di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta menambahkan polisi juga berupaya mengejar anggota JAD lain yang berkaitan dengan terorisme.

“Kami sudah mengidentifikasi bahwa pelaku berasal dari kelompok JAD Bekasi. Abu Rara awalnya dari JAD Kediri, lalu pindah ke Bogor. Setelah cerai dengan isteri pertama, dia pindah ke Menes. Dia difasilitasi seseorang bernama Abu Samsudin untuk tinggal di sana,” ujar Budi.

“Dari awal kami mendeteksi kelompok JAD ingin membuat instabilitas dengan melakukan amaliyah, termasuk Abu Rara,” jelas Budi.
Fakta dan Kronologi

Berikut kronologi lengkap menit demi menit penusukan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang.

Pada hari Kamis tgl 10 Oktober 2019 Pukul 11.50 WIB bertempat di Alun-alun Menes, Menes, Pandeglang telah terjadi tindak penusukan terhadap Menko Polhulam Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto dengan kronologi sebagai berikut :

1. Pukul 08.57 WIB

Menkopolkam dan rombongan tiba di Alun-alun Menes Desa Purwaraja, Menes, Pandeglang disambut oleh Kapolda Banten, Danrem 064/MY, Bupati Pandeglang Dandim 0601/Pdg dan Kapolres Pandeglang.

2. Pukul 09.05 WIB

Menuju Kampus Universitas Mathlaul Anwar Banten, Jln. Raya Labuan KM. 23 Kp. Cikaliung Desa Sindanghayu, Saketi, Pandeglang.

3. Pukul 09.17 WIB

Tiba di Kampus Universitas Mathlaul Anwar Banten, Jln. Raya Labuan KM. 23 Kp. Cikaliung Desa Sindanghayu, Saketi, Pandeglang selanjutnya menghadiri persemian gedung perkuliahan Universitas Mathlaul Anwar hadir dalam acara tersebut antara lain:

a. Irjen Pol Tomsi Tohir.(Kapolda Banten).
b. Brigjen pol Drs Tomex Kurniawan.(wakapolda Banten)
c. Kolonel Inf Widiyanto (Danrem 064/MY).
d. Mayor Cpm Rukwan Hadi.S.Ag.(Dandenpom lll/4).
e. Hj.Irna Narulita SE.MM(Bupati Pandeglang).
f. AKBP. Indra Lutriyanto Amstono,SH. S.IK (Kapolres Pandeglang).
g. Letkol Inf. Denny Juwon Pranata,M.Tr. ( Han )(Dandim 0601/Pandeglang).
h. Letkol Inf Faurizal Noerdin.(Danyon 320/BP).
i. KH Irsyad Djuwaeli.(Ketua Majlis Amanah Matlaul Anwar.)
j. KH.Sadeli Karim.(Ketua Umum Matlaul anwar).
k. Syeh HasimAhmad Al goji.(Dosen Al-Azhar Kairo).
l. Para Dekan fakultas dan Dosen UNMA Banten.

4. Pukul 10.47 WIB

Menko Polhukam dan rombongan menuju Ruang transit di Gedung I Universitas Mathlaul Anwar untuk makan siang.

5. Pukul 11.00 WIB

Presma Unma Sdr. Agus Hidayat didampingi Sdr. Erik Wakil Presma Unma menemui Menko Polhukam untuk memyampaikan aspirasi yang akan disampaikan ke presiden.

6. Pukul 11.30 WIB

Menko Polhukam meniggalkan Unma Menuju Alun-alun menes, Menes, Pandeglang.

7. Pukul 11.50 WIB

Tiba di Alun-alun Menes.

8. Pukul 11.50 WIB

Selanjutnya dari arah belakang pelaku atas nama Syahrial Alamsyah menusuk Menko Polhukam hingga tersungkur.

Pelaku diamankan di Polsek Menes dan sedang dimintai keterangan.

9. Pukul 11.55 WIB

Menko Polhukam tiba di Klinik Menes Medical Center Kecamatan Menes, Pandeglang untuk mendapat pertolongan.

10. Pukul 12.00 WIB

Menko Polhukam dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Pandeglang, Kaduhejo, Pandeglang.

Selain Wiranto, dikabarkan, ada dua orang lainnya yang kena tikaman. (*)

Be the first to comment on "FAKTA BARU Wiranto Ditusuk: Suami Serang Duluan Pakai Senjata Naruto, Istri Serang Pakai Gunting"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*